Tampilkan postingan dengan label Wisata Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Gunung. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Maret 2013

Wisata Alam @Dataran Tinggi Dieng

6 -7 Juli 2011
Pengalamanku pertama kalinya sampai ke dataran tinggi Dieng, hehehehe. Sekian tahun yang lalu, q dan 5 orang temanku berencana dan akhirnya terlaksana juga sampai ke Dieng. Hehehehe, dengan modal nekad yang terencana, kami para 'srikandi' berangkat dari jogja pagi-pagi buta menggunakan kendaraan pribadi, yaitu motor, hahahaha. Tiga motor meluncur saat subuh, dengan segala persiapan yang sudah disiapkan seperti duit, camilan, minuman sachet, baju hangat, tutup kepala, syal, jaket, masker, sarung tangan, kaos kaki, hehehe, ini kami bawa karena kami bermalam di Dieng. Sebelumnya kami sudah reservasi penginapan dulu, salah satu dari kami sudah ada yang pernah kesana so, gampang untuk beberapa infonya, wkwkwkwk
Ya namanya juga modal nekad, dah gitu cewe semua, belum ada setengah perjalanan salah satu motor mengalami problema, dan akhirnya berhenti deh di sebuah bengkel, hehehe untung saja sudah ada bengkel buka jam tengah enam pagi, selagi menunggu motor kami bisa istirahat sejenak. hehehehe
Hehehehe, dengan modal ingatan dan bertanya pada orang akhirnya kami sampai juga di Dieng sekitar pukul   11.00 WIB. Kalo nggak salah inget sih jam segitu, soalnya kami tu di sambi dengan naik turun motor untuk bernarsis-narsis ria, wkwkwkwk. 
Gapura Selamat Datang
Rasanya tu seneng banget pas sudah sampai di gapura ini, hehehe kupikir sebentar lagi sampai, ternyata, masi jaooooh, dah gitu jalanan semakin berkelok-kelok dan menanjak, jarang ada jalanan menurun, T.T, untung saat itu q dibonceng, xixixixi, yang ngeboncengin sudah ahli dengan jalanan seperti ini, namun yang bikin kami, q dan teemenku yang ngeboncengin ni ngakak di jalanan ya karena motor kami ni nggak terlalu gesit untuk menanjak, jadi ya motornya sampai ngeden-ngeden, eeee sok sok mau nyalip truk, hahahaha, yang ada motor dan truk selalu berdampingan, hahahaha memalukan. Dan selalu saja kalo di tanjakan ni kami selalu di belakang dua motor yang lain, wkwkwkwkwk. Puji Tuhan lah bisa sampai tanpa adanya hambatan dari si motor dan dari kami smua, Saat memasuki kawasan Dieng, rasa dingin tu uda mulai terasa, malah terasa banget. wkwkwkwk
Salah satu Sisi Jalanan menuju Dieng
Sesampainya di Dieng kami menuju Penginapan untuk menaruh barang bawaan kami, dan istirahat untuk minum dan beberes baru kemudian kami mulai explore kawasan wisatanya, hehehehe. Tempat pertama yang kami kunjungi tentu saja Telaga Warna nya, letaknya tidak jauh dari penginapan kok, tapi kami tetap saja naik motor, hehehehe menghemat waktu. 
Pintu masuk
Telaga Warna dari salah satu sisi

                                      


Salah satu Gua di seputaran Telaga Warna
                                       


Komplek Candi Arjuna
Memasuki komplek candi kami tidak membayar, soalnya sudah petang, padahal view nya bener-bener bagus, sayang banget kamera kami cuma seadanya, jadi tidak sempat mengambil banyak foto dengan kualitas maksimal. Hikz, dan rasa-rasanya tenaga kami benar-benar sudah habis, jadi kami langsung meunju penginapan untuk istirahat dan makan, untuk makan penginapan menyediakan restoran sederhana tinggal pesan, tapi jangan lupa bayar, wkwkwkwk, soalnya sewa kamar tidak sekalian dengan makanan. hehehehe
Menu makanan yang ada di penginapan
Rasa makanan benar-benar nikmat apalagi ketika masih hangat, hehehehe secara di sini sangatlah dingin, beberapa dari kami ada yang mandi dan ada juga yang tidak, q termasuk yang memilih untuk tidak mandi. heheheh, airnya berasa air es, kipas angin, AC disini nggak laku lah kalo jualan. hehehehe siangpun pada pake sarung, hehehehe. setelah kami semua memulihkan tenaga, sang tour guide namanya mas Dwi, mengajak kami ke tempat produksi Manisan Carica,  dan beberapa oleh-oleh khas Dieng, saat kami berada di rumah sang Produsen, kami di terima dengan sangat ramah, orang-orang di sini, sopan, dan tidak sombong, wkwkwkwk, begitu sampai kami di sediain makanan dan minuman hangat, namanya Purwaceng, wkwkwkwk, saat mendengar nama minuman itu kami sontak tertawa geli mendengarnya, hehehehe, kami langsung berpikiran ke arah negatif, tapi si ibu, eh si mba aja lah nyebutnya, soalnya masi muda banget, ya mungkin seuasiaan kami, dia mengatakan bahwa minuman ini berkhasiat untuk menghangatkan dan menambah stamina, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Selain Purwaceng disini juga memproduksi keripik kentang, keripik jamur, dan juga Manisan Kalengan. Dan kami berkesempatan untuk mencicipi semuanya, dan kami juga membeli semua hasil produksi karena memang rasanya enak. Apalagi keripik kentangnya, kriuk banget, dan benar-benar fresh. Hehehehe, secara daerah sini kan penghasil Kentang yang berkualitas. Manisan Carica nya apalagi, manisnya tu manis beneran bukan dari pemanis buatan. hehehehe, tapi sayang dari semua itu kami tidak sempat mengabadikannya dalam sebuah foto.
Suasana di dalam kamar
Beginilah suasana di dalam kamar penginapan, oya kami minta extra bed supaya bisa satu ruang, meskipun menyediakan air panas untuk mandi tapi q tetap tidak mandi, mending cuci muka dan gosok gigi lalu ganti pakaian dan akhirnya tidur, huhuhu, karena kurang cepat akhirnya q dapat di tepian, hiks, padahal pengin di tengah-tengah biar hangat, soalnya bener-bener sangat dingi, sampai-sampai tangan terasa ngilu saking dinginnya, gigi jadi sakit, hahahahaha, meskipun sudah dikasi selimut tapi tetep masi dingin. Oya penginapan sudah menyapkan selimutnya kok jadi tak perlu khawatir.
Rencana kami mau bangun pagi dan melihat sunrise dari puncak, tetapi karena kami susah dibangunin jadi kami menundanya ketika di bangunkan mas Dwi, wkwkwkwk. Kami bilang ke mas Dwi, kalo kami nggak liat sunrise dari awal nggak papa kok, hahahaha. Secara pagi hari terasa banget dinginnya dan kami berasa hangat didalam ruangan, wkwkwkwk. Akhirnya kami bangun dan turun untuk minum hangat dulu baru deh lanjut perjalanan menuju puncak untuk melihat sunrise, hahahaha, sunrise. Tak Lupa selama perjalanan ni kami selalu bernarsis ria, kadang memanfaatkan sang Tur Guide untuk jadi juru foto kami, hehehe, asik kan, 
Perjalanan menuju Puncak
Gunung apa ini??...hehehehe
Enam sekawan Dieng
Sampai di puncak
Setelah Puas menikmati hangatnya sunrise di atas gunung, dan puas foto-foto akhirnya kami turun gunung, selanjutnya kami memilih untuk jalan-jalan sendiri, tanpa di dampingi mas Dwi, hehehe, mas Dwi hanya mengantarkan kami naik dan turun gunung. Dengan sedikit arahan dari mas Dwi kami akhirnya menemukanbeberapa tempat wisata. Seperti beberapa foto di bawah ini, Telaga Cewiwiwi, di dalamnyaterdapat telaga dan beberapa permainan seperti bebek-bebekan. heheheh, Dan kami memilih untuk tidak masuk ke dalam, hanya melihat dari luar.
Telaga Cewiwi
Hanya lewat
Museum Dieng Kaliasa (hanya lewat)
Kawah Sileri

Tempat yang kami kunjungi selanjutnya ya ke kawah Sileri ini, kawahnya berada jauh di bagian bawah sana, bau belerang begitu menyengat, dan kami hanya melihat dari atas, karena kami merasa malas untuk turun dan naik lagi, sudah terlalu letih kataku, wkwkwkwk, 

Foto deng sang Tour Guide

Setelah dari kawah sileri kami menuju penginapan untuk Packing dan makan dulu sebelum akhirnya kami berpamitan deng pemilik Penginapan sekaligus tur Guide kami. Terimakasi mas Dwi sudah mengajak kami ke tempat produksi rumah tangga, carica, sudah mengantar kami ke puncak, sudah menjadi juru foto, sudah menjadi tur guide bagi kami. hehehehe, semoga bisa berkunjung lagi di lain kesempatan, amin

Daftar Iuran Rp 100.000 / orang sudah termasuk penginapan dan bensin plus satu kali makan, makan kedua bayar masing-masing, hehehehehe
- biaya penginapan berkisar Rp 175.000 /malam
- makanan rata-rata Rp 15.000 /porsi
- tiket masuk kawasan rata-rata Rp 4.000 /orang

Senin, 11 Maret 2013

Wisata Probolinggo @gunung bromo

1-2 Januari 2013

Tahun baru 2013 ini tepatnya tanggal 1 – 2 Januari, q awali dengan berpetualang ala gembel ke Bromo dengan modal nekat bersama 2 orang teman. Rencana ke Bromo udah jauh jauh hari semenjak pertengahan tahun lalu, temenku vita dan eyik mereka rajin banget browsing cari info tentang paket-paket liburan murah ke BROMO, dan akhirnya vita nemuin CP mz iwan, yang biasa jd tour guide kawasan Bromo. Dengan biaya @ Rp. 400.000,- diluar harga tiket PP Jogja-Probolinggo kami bertiga akhirnya ambil ni paketan ala pendaki gunung. Secara kita nantinya tidur di dome di kaki gunung Bromo, bukan di penginapan ato home stay gitu, hehehe. Selain itu kami juga dapat makan+camilan ala kadarnya yang dimasak depan dumb. Sebenarnya kami mendapat Perlengkapan yang perlu di bawa nih, head lamp/senter + Sleeping Bag + Rain Coat (berhubung kami datang saat musim hujan) + pakaian ganti, alat mandi (kalo perlu) + sarung tangan + tutup kepala + syal + Jaket + Logistik/camilan + minuman (secukupnya) + KAMERA (Wajib Hukumnya, hahaha)
Oke selanjutnya ni bakalan di certain perjalanan dari Jogja menuju Bromo. Hal yang paling penting di persiapkan jauh jauh hari adalah Tiket Kereta Api PP Jogja-Probolinggo, secara sekarang yang namanya tiket kereta api, apalagi yg ekonomi susah dapat mendadak apalagi tahun baru. Dah gitu harus memakai ID saat reservasi dan saat memasuki Peron. Nah loo, ketat kan sekarang mau naik kereta?...
Kami memilih kereta api Sri Tanjung jurusan Banyuwani, nantinya turun di Probolinggo. Harga tiket kereta @ Rp 35.000,- jadi PP Rp 70.000,- tiap orang. Berangkat dari Stasiun Lempuyangan jam 07.35 -15.55 WIB di jadwal tiket, tapi kenyataan kami berangkat jam 07.40 WIB dan sampai Probolinggo jam 16.30 WIB. Hahaha bisa dihitung berapa jam perjalanan sampai Probolinggo nya. Secara kami berhenti 20 kali di stasiun stasiun yang di lewati. Rasanya panas, sumuk, lapar. Hahaha, sekarang sedikit ada pedagang asongan yang masuk kereta, masukpun Cuma sebentar aja. Kami beli pecel di pedagang asongan di stasiun Mojokerto seharga Rp 3.000,- murah banget kan?....hahaha rasanya pun gitu, hadeh, dari luar tampaknya menarik, bungkus daun pisang, pas di buka isinya nasi porsi nasi kucing+daun singkong tua rebus+tempe 4 potong kecil2+ bumbu, dan akhirnya q memutuskan nanti q mau beli nasi yang terlihat aja isinya (kecewa).
stasiun
Hemmm rasanya lega banget dah turun dari kereta, hal yang kami lakukan pertama kali turun di Stasiun Probolinggo adalah MANDI, sebenarnya kami bingung mau makan sore dulu atau mau mandi dulu. Hahaha berhubung badan berasa lengket dan warung makan berada diluar stasiun ya kami mandi dulu, sembari nunggu jemputan kita bertiga antri mandi, berhubung kamar mandi di stasiun cuman satu doang ya gentian, hahaha jemputan sudah datang kami belum selesai mandi, kesian mas-mas nya, tapi mereka sabar nungguin kok, wkwkwk.
Hadeh selesai mandi sebenarnya kami beertiga ‘grenengan’, kapan kita ini makan?...lapaaaaaar banget. Hemm tapi kami bertiga g berani bilang sama masnya soalnya takut kalo sampai di bromo kemalaman, jadi ya kami Cuma mampir di alfamart dalam perjalanan menuju bromo. Dari Stasiun Probolinggo- kawasan Bromo ±2 jam perjalanan. Jalan menuju kawasan berkelok-kelok dan sempit jadi harus hati-hati, belum lagi pas kami kesana lagi musim hujan hadeh, tambah deh ngerinya, mana sempet macet lagi tu jeep, tapi oke lah kami bisa sampai di tempat tujuan dengan selamat meskipun hujan awet. 
Saatnya mendirikan dome, hahaha sial kami dikasi tenda agak gede, yang muat 5 orang, coba yang agak kecil gitu biar kami didalam hangat, hahahaha. Mana mas-masnya yang buat dome tu salah, hadeeeh, hujan juga makin deres, ckckckck malang nian nasib kami ini. Hahaha di sinilah nanti kegunaan sleeping bag. tapi sayangnya q g punya dan g sempat pinjam, so q nebeng temanku, heee. Tenda dome udah berdiri, karpet sudah siap, penerangan juga siap, dan saatnya memasak. Masnya si yang nyiapin, kami sekedar membantu buat perapian. Kami piker kami mau di masakin apa, eee ternyata Cuma buat kopi panas yang berasa anget, hahaha secara di gunung, panasnya kaya apa tetep aja g berasa,
Minuman siap, nasi bungkus pun diberikan kepada kami, kami makan dalam keadaan gelap-gelapan soalnya api belum jadi, dan kami keburu lapaar hahaha, akhirnya kami menyantap nasi bungkus berisi nasi+migoreng+telor dengan porsi kuli. Wkwkwkwk, gak habis lah kita. Perut kenyang dan kami mencoba untuk tidur, hahaha tapi ya namanya tidur di alam, gak bisa dah tidur nyenyak, badan rasanya ngilu ngilu karena kedinginan. pas udah di tenda, eeeee masnya panggil panggil dari luar, bilang kalo apinya dah jadi, hahahaa, udah gitu pas mulai pejamin mata masnya nawarin French fries. Sebenernya si pengin makan tapi udah ngantuk berat, ya udah akhirnya kami masukin dalam tenda aja dan dimakan besok pagi. Hahaha ternyata pas pagi-pagi udah bukan French Fries  lagi, tapi Fench Freeze.













perlengkapan







uri dom
Pagi pagi buta, kami mulai packing lagi ngeberesin tenda, dan sarapan. Asik betul rasanya sarapan roti tawar slai keju panggang ama wedang jahe yang sudah di siapkan masnya, hehehehe angeet. Saatnya beberes dan menuju gunung Bromo biar bisa liat sunrise. Untung masnya orang sini, so kita gak perlu ganti kendaraan, hahaha, Jeep bisa masuk sampai kawasan berpasir itu. Nah saatnya mendaki, mendaki dan mendaki. Tapi sebenarnya gak tinggi tinggi banget si naiknya, tapi berhubung jarang bergerak jadi ya ni kaki lambat naiknya, hehehe. Saran si ya kalo naik g perlu bawa barang banyak-banyak cukup kamera+minum aja, kalo gak salah naiknya ±1 jam lah buatku, hahahaha


dari atas bromo
Kawah Bromo





hehehe, kedua tour guide kami
Tiga Bolang dari Jogja, hahaha
Sebenarnya ada kuda yang di sewain tapi ya gak sampai di puncak Cuma sampai di tangga aja, jadi ya mending jalan kaki lah. Hehehehe, sampai di atas puas-pusin foto sambil “de de” hahaha biar anget. Puas foto, turun foto lagi, hahaha, masnya yang skaligus tour guide ni baik banget disuruh moto sana sini mau, heeee the best dah, hahaha. Oya berhubung kami tu gak ada yang sewa kuda tapi pengin foto, kami dengan PD nya nembung sama pemilik kuda mau numpang foto gitu tapi kami bayar kok @ Rp 5.000,- hehehe demi dapetin foto ama kuda, wkwkwk. Bayar nya tu seikhlasnya kok, jadi tenang aja.
Menu ke-3 saat setelah turun gunung
Jeep dan padang pasir

Kios Souvenir
Narsis di Pintu selamat datang

Puas foto ama kuda lanjut ke Pura nya, selesai foto kami cari lokasi untuk makan lagi, masak lagi, foto lagi. Untuk penutupannya kami makan mi rebus sama jus jeruk. Jadi total kita dapat makan+snack 4x, hahahaha lumayan lah ya untuk perjalanan semalam. Gak lupa dong untuk cari souvenir BROMO, hahaha ada banyak pilihannya kok, mulai dari kaos (@ Rp 30.000-Rp 65.000 ), gantungan kunci (@ Rp 7.000), syal (@ Rp 15.000-Rp 25.000), Mug (@ Rp 45.000), tutup kepala/ ‘kethu’ di banderol dengan harga mulai Rp 5.000,- dll. Selesai belanja kamipun diantar kembali ke stasiun Probolinggo, dengan kereta yang sama yaitu Sri Tanjung, berangkat dari stasiun Probolinggo pukul 11.11 WIB dan sampai Lempuyangan pukul 19.19 WIB, Good Bye mas-mas, hee.